Cluring, Banyuwangi — SMAN 1 Cluring menghadirkan program unggulan BUKIT BATARI (Budaya Kita: Batik dan Tari) sebagai upaya melestarikan budaya lokal sekaligus membentuk karakter siswa yang berbudaya dan kreatif.
Dalam program ini, siswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga praktik langsung dengan membatik bersama pengrajin lokal dan menari Gandrung bersama pelatih profesional. Setiap minggu, kegiatan rutin ini menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan kekayaan budaya Banyuwangi yang khas.
Ekspresi kegembiraan siswa saat menari Gandrung dalam program BUKIT BATARI
Siswa belajar teknik membatik bersama pengrajin lokal Banyuwangi
Melalui sentuhan canting dan lilin malam, siswa mengeksplorasi motif khas Osing seperti Gajah Oling, Kopi Banyuwangi, dan Ijen. Sementara dalam sesi tari, mereka mempelajari gerakan khas Gandrung yang penuh ekspresi — dari ngibing hingga ngelik — yang sarat makna filosofis tentang kehidupan dan kebersamaan.
Kepala Satuan Pendidikan SMAN 1 Cluring, Helmi, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa program ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan ekstrakurikuler biasa, tetapi sebagai bagian integral dari Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Melalui BUKIT BATARI, siswa belajar nilai-nilai seperti kesabaran (dalam proses membatik), kerja sama (dalam tari berkelompok), dan kebanggaan terhadap identitas lokal.
Hasil karya batik siswa tidak hanya dipamerkan di lingkungan sekolah, tetapi juga telah diikutsertakan dalam berbagai festival budaya tingkat kabupaten. Beberapa motif kreasi siswa bahkan telah dikembangkan menjadi merchandise sekolah yang diminati masyarakat luas.
Program BUKIT BATARI juga menjadi salah satu fondasi utama yang mengantarkan SMAN 1 Cluring meraih Innovative Government Award (IGA) 2025 dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur — pengakuan atas inovasi pendidikan yang berakar pada kearifan lokal.
Dengan BUKIT BATARI, SMAN 1 Cluring membuktikan bahwa pelestarian budaya bukanlah beban, melainkan kekuatan. Setiap goresan canting dan setiap langkah tari adalah pernyataan cinta kepada Bumi Blambangan — warisan yang akan terus hidup dalam jiwa generasi penerus.